Kabar Mojokerto - Kondisi jalan penghubung Desa Mojokusumo dan Beratkulon di Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, sudah sangat memprihatinkan.
Kerusakan parah yang terjadi pada cor beton di sejumlah titik bukan hanya mengancam keselamatan pengguna jalan, tetapi juga berdampak buruk pada perekonomian warga sekitar.
Pantauan Kabar Mojokerto pada Rabu (6/11/2024), di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar cor beton telah retak parah, bahkan sebagian titiknya memunculkan lubang-lubang besar yang sangat membahayakan. Beberapa bagian jalan yang rusak sementara ini ditambal dengan aspal, namun solusi tersebut jelas bukan langkah jangka panjang.
Baca Juga: Ditambal Aspal, Jalan Penghubung Mojosari-Ngoro Bergelombang Tingkatkan Risiko Kecelakaan
Salah satu titik terparah terletak di Desa Beratkulon. Jalan beton yang dibangun sekitar 10 tahun lalu ini kini kondisinya sangat buruk, mengingat banyaknya retakan yang sudah merusak struktur jalan tersebut. Keadaan ini tentu sangat mengganggu para pengendara yang melewati jalan tersebut, terutama kendaraan roda empat yang terpaksa mengurangi kecepatan saat melintas. Bahkan pengendara sepeda motor pun harus berhati-hati, mengingat kondisi jalan yang tidak rata.
Sebagai jalan utama yang menghubungkan dua desa, jalan ini sangat vital bagi mobilitas warga, baik untuk keperluan sehari-hari maupun aktivitas ekonomi. Namun, kondisi jalan yang rusak parah juga mengindikasikan adanya masalah struktural yang lebih besar, seperti tanah yang labil dan beban kendaraan bertonase berat.
Jalan ini kerap dilalui truk dengan muatan berat, seperti truk pengangkut tebu dan pasir. Kehadiran kendaraan-kendaraan besar ini semakin memperburuk kerusakan jalan, sehingga masalahnya semakin kompleks.
Zainal Arifin, seorang warga setempat, mengungkapkan keresahannya. Menurutnya, jalan ini tidak hanya digunakan oleh pengendara umum, tetapi juga oleh banyak anak sekolah dan pedagang yang setiap pagi melewati jalan tersebut untuk menuju pasar.
"Kalau pagi, banyak orang yang lewat sini untuk berbelanja. Jalan ini jadi sangat penting bagi aktivitas perekonomian kami," ujar Zainal.
Baca Juga: Bus Kuning Mojokerto, Angkutan Umum Tertua yang Masih Bertahan
Kerusakan jalan sepanjang sekitar 1 kilometer ini juga mengganggu kelancaran aktivitas ekonomi warga. Pedagang yang bergantung pada akses jalan yang lancar sering kali terhambat, sehingga berdampak pada pendapatan mereka. Selain itu, jalan yang rusak juga sering menjadi pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas.
"Kecelakaan sering terjadi karena kondisi jalan yang buruk. Kami semua berharap ada perbaikan segera," tambahnya.
Baca Juga: Taman Wisata dan Edukasi TPA Randegan-Mojokerto Sepi Pengunjung, Kalah Saing dengan Taman Kota
Melihat kondisi ini, sudah saatnya pemerintah Kabupaten Mojokerto, melalui dinas terkait, untuk segera memperbaiki jalan ini. Solusi sementara seperti tambal sulam aspal jelas tidak cukup untuk mengatasi masalah jangka panjang.
Perbaikan yang komprehensif dan terencana dengan baik harus segera dilakukan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Jangan sampai kerusakan infrastruktur jalan ini terus dibiarkan hingga semakin parah.